Sabtu, 02 Maret 2013

LAPORAN PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA I LISTRIK


LAPORAN PRAKTIKUM
KONSEP DASAR IPA I
LISTRIK
                                                              
 

 





Disusun Oleh:
1.     Ranto Fernando                (A1G011111)
2.     Skolastika Jortja               (A1G011115)
3.     Vinsesia Diana Jiut           (A1G011117)
4.     Yohanes Sangkang           (A1G011121)

Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. Endang Widi winarni, M. Pd.
Dra. Dalifa, S. Pd., M. Pd.

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2012
            I.            JUDUL
Listrik
         II.            TUJUAN
1.      Agar mahasiswa dapat mengumpulkan data kuantitatif melalui pengukuran kuat arus, tegangan, dan hambatan dari percobaan rangkaian seri dan rangkaian paralel.
2.      Agar mahasiswa dapat mengumpulkan data kualitatif dari percobaan rangkaian seri dan rangkaian paralel.
3.      Agar mahasiswa dapat membuat tabel dan garafik untuk data yang dikumpulkan dari percobaan rangkaian seri dan rangkaian paralel.
      III.            ALAT DAN BAHAN
·         Saklar                                                                                                     
·         Bola lampu                                                                                             
·         Kabel
·         Baterai
·         Papan rangkaian
      IV.            LANDASAN TEORI
Dalam rangkaian elektronika terdapat banyak sekali konfigurasi rangkaian komponen-komponen elektronika, bukan sekedar rangkaian sederhana yang hanya terdiri dari sumber tegangan dan beban, tetapi lebih dari itu. Dua konfigurasi rangkaian yang paling banyak digunakan dalam rangkaian elektronika adalah seri dan paralel. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai rangkaian seri dan paralel perhatikan gambar berikut ini.
Pada rangkaian seri, resistor disusun seperti rangkaian gerbong kereta, dimana aliran elektron mengalir hanya pada satu jalur. Pada rangkaian paralel, resistor disusun dengan menggabungkan masing-masing ujungnya menjadi satu sehingga aliran elektron dapat terbagi ke dalam beberapa jalur. Untuk mengenal karakteristik lain pada rangkaian seri dan paralel perhatikan ilustrasi berikut ini.
Pada ilustrasi rangkaian di atas, sakelar disusun secara seri, pada kondisi pertama sakelar S1 dan S2 dalam keadaan tertutup dan kondisi lampu X1 menyala. Sedangkan pada saat kondisi kedua dan ketiga yang masing-masing kondisi S1 dan S2 terbuka menyebabkan lampu X1 tidak menyala. Lalu bandingkan dengan rangkaian sakelar paralel berikut.
Pada kondisi pertama dengan sakelar S1 dan S2 tertutup, lampu X1 menyala. Pada kondisi kedua dan ketiga yang masing-masing S1 dan S2 dalam keadaan terbuka, lampu X1 tetap menyala. Tetapi pada kondisi keempat ketika sakelar S1 dan S2 sama-sama terbuka, lampu X1 tidak menyala. Dari perbandingan kedua konfigurasi rangkaian sakelar seri dan paralel dapat ditarik kesimpulan bahwa jika salah satu saja sakelar seri terbuka menyebabkan terputus-nya aliran elektron yang menyebabkan lampu tidak menyala, sedangkan pada sakelar paralel untuk memutuskan aliran elektron harus membuat seluruh sakelar dalam keadaan terbuka.

Rangkaian Resistor Seri Dan Paralel

Untuk menghitung resistansi total pada resistor yang disusun secara seri dan paralel memerlukan suatu perhitungan matematika yang tidak terlalu sulit. Jika menghitung resistansi total pada resistor seri dapat dilakukan cara menjumlahkan secara langsung seluruh resistor yang terhubung seri sedangkan pada resistor paralel membutuhkan perhitungan khusus.
·         Untuk rangkaian resistor seri:
·         Untuk rangkaian resistor paralel:

Contoh Kasus:

diketahui R1 = 15Ω, R2 = 100Ω, dan R3 = 47Ω, berapakah nilai RTotal jika disusun seri dan RTotal jika disusun paralel?
Rtotal seri:
·         RTotal = R1 + R2 + R3
·         RTotal= 15 + 100 + 47
·         RTotal= 162Ω
Rtotal paralel:
·         RTotal= 1 / {(1/R1)+(1/R2)+(1/R3)}
·         RTotal= 1 / {(1/15)+(1/100)+(1/47)}
·         RTotal= 10.2Ω

Rangkaian Kapasitor Seri Dan Paralel

Perhitungan kapasitansi total pada suatu rangkaian kapasitor seri dan paralel hampir sama dengan perhitungan pada rangkaian resistor. Tetapi pada kapasitor, perhitungan untuk rangkaian seri menggunakan persamaan yang digunakan pada rangkaian resistor paralel. Pada rangkaian kapasitor paralel, kapasitansi total dihitung dengan menjumlahkan semua nilai kapasitansi kapasitor yang terhubung paralel, atau sama dengan menghitung resistansi total pada rangkaian resistor seri.
·         Untuk rangkaian kapasitor seri
·         Untuk rangkaian kapasitor paralel
Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.
Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Ciri-ciri rangkaian paralel:
v  Arus yang mengalir lebih kecil
v  Nyala lampu kurang terang
v  Jika salah satu lampu maka lampu lain tetap menyala
Contoh rangkaian paralel


         V.            LANGKAH KEGIATAN
Kegiatan I
1)      Siapkan alat-alat sebagai berikut: papan rangkaian, 2 buah baterai,
2 buah bola lampu kecil, kabel penghubung, dan saklar.
2)      Rangkailah alat-alat tersebut secara seri.
3)      Hubungkan stop kontak. Amati nyala kedua bola lampu tersebut.
4)      Lepaskan salah satu bola lampu. Apakah bola lampu yang lainnya bias menyala? Mengapa demikian?
Kegiatan II
1)      Siapkan alat-alat sebagai berikut: papan rangkaian, 2 buah baterai,
2 buah bola lampu kecil, kabel penghubung, dan saklar.
2)      Rangkailah alat-alat tersebut secara paralel.
3)      Hubungkan stop kontak. Amati nyala kedua bola lampu tersebut. Bandingkan dengan nyala lampu dirangkai secara seri. Apakah ada perbedaan? Mengapa demikian?
4)      Lepaskan salah satu bola lampu. Apakah bola lampu yang lainnya bisa menyala? Bandingkan dengan ketika dirangkai secara seri. Apakah ada perbedaan? Mengapa demikian?







      VI.            HASIL PENGAMATAN
Foto:

Rangkaian Paralel

   
Rangkaian Seri                                      Rangkaian Campuran

   VII.            PEMBAHASAN
A.    Rangkaian Paralel
Setelah kami melakukan praktikum ternyata listrik yang menggunakan rangkaian paralel arusnya mengalir terbagi berdasarkan banyaknya lintasan. Dan jika salah satu bola lampunya dicabut maka bola lampu yang lain tetap menyala. Misalnya, jika lampu yang posisinya terletak di atas dicabut maka bola lampu yang berada di tingkatan paling bawah tetap menyala.
Arus yang melalui bola lampu I tidak sama dengan bola lampu II atau seterusnya,  karena tegangan bola lampunya berbeda. Hambatan pada lampu I tidak sama dengan bola lampu II atau seterusnya. Dimana lampu yang sangat terang hambatannya sangat kecil, sebaliknya lampu yang redup memiliki hambatan yang besar.
B.     Rangkaian Seri
Pada rangkaian seri arus yang mengalir tidak bercabang. Dimana listrik yang mengalir dapat melalui suatu lintasan yang terdiri atas satu lintasan maupun melelui beberapa lintasan.Jika dari satu sumber listrik terbentuk satu lintasan saja.
Pada rangkaian seri,hambatan total yang muncul pada lintasan listrik merupakan jumlah dari semua hambatan yang ada pada alat listrik atau pada penghantar.Arus yang mengalir pada rangkaian seri yang bermuatan positif aris BC bolak balik,semakin kecil tegangannya maka arus listriknyapun semakin kecil,sementara jika menggunakan hanya satu baterai maka cahaya lampunya akan semakin redup,jadi apabila ketika salah satu bola lampunya dimatikan maka semua lampu akan ikut padam.
C.     Campuran
Setelah kami melakukan praktikum ternyata lampu bola lampu yang menghasilkan cahaya yang sangat terang adalah rangkaian, seri,sedangkan cahaya bola lampu yang redup adalah rangkain yang paralel.
VIII.            KESIMPULAN DAN SARAN
a.      Kesimpulan
Dari hasil kegiatan yang telah kami lakukan ,kami dapat menyimpulkan bahwa apabila pengukuran kuat arus ,tegangan,dan hambatan dengan menggunakan kuningan maka cahaya dari bola lampu yang dihasilkan terang,apabila menggunakan besi maka cahaya dari bola lampunya terang tetapi terangnya tidak melebihi kuningan,apabila menggunakan aluminium maka cahaya bola lampunya redup sementara jika menggunakan plastic dan kayu kering bola lampunya tidak menghasikan cahaya atau penghantar arus listrik yang bersifat isolator.
b.      Saran
v  Diharapkan sebelum melakukan percobaan atau praktikum kita harus mengetahui terlebih dahulu langkah- langkah percobaan yang akan dilakukan.
v  Hendaknya berhati- hati dan teliti dalam melakukan praktikum agar memperoleh hasil yang maksimal dan pada saat praktikum tidak terjadi hal- hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.


      IX.            DAFTAR PUSTAKA

Untoro, Joko. 2010. Buku Pintar Pelajaran. Jakarta: Wahyu Media


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar